Monday, February 27, 2017

A Y A H

Ini copas dari rekan FB (Rudy Permana)

                                                       A Y A H






Ayah adalah yang mencintai anaknya dalam diam. Dia adalah orang yang tak pandai bersedih dan menangis. Dia juga orang yang selalu mengerti akan hati pada saat yang lain tidak memahami. Dia adalah orang yang pertama yang mengkerutkan kening di saat istri & anak mempunyai banyak kebutuhan dan ketika istri & anaknya sakit perlu perawatan, Ia memang terlihat acuh (cuek), tapi secara diam dia selalu memperhatikan dan selalu berusaha memberikan yang terbaik istri dan buah hatinya,
Ayah....Maafkanlah aku. Karena aku kerap membuatmu sedih, tapi ayah selalu membalut hidupku dengan nasihat-nasihatmu. Aku yang kerap membuat ayah kecewa, namun ayah sirami aku dengan do'a. Pakaian ayah yang begitu sederhana, cukup menyadarkan aku bahwa hidupmu dulu tak mudah dalam membesarkanku. Hidupmu hanya untuk menjadikan aku orang yang gemilang pada masa depan dan membuat aku & ibuku untuk menjadi shalih/shalihah. Ayah...Pinjami aku hatimu, agar aku bisa belajar bagaimana ayah menghadapi masalah tanpa mengeluh sedikitpun. Pinjamilah aki hatimu, agar aku bisa merasakan, atas resah yang sering ayah ceritakan dalam diam.
Ayah...Pinjami aku hatimu, agar aku memahami bagaimana rasanya berteduhkan panas dan bermandikan hujan. Pinjami aku hati ayah, agar aku belajar tentang pengorbanan, airmata dan dosa. Aku akan selalu menghargai perjuangan dan pengorbanan ayah untuk aku dan ibu serta aku akan mengabdi dan berbakti pada ayah dan ibu.
 
Terima kasih Orantuaku....Semoga jasa-jasamu digantikan dengan keMULIAan dari ALLAH

Kenapa gue copas, karena gue gagal menjadi AYAH, tapi semua itu adalah ketentuan dari DIA Yang Maha Tahu,............
mana yang terbaik untuk hamba-NYA


Sunday, March 23, 2014



TITIPAN-NYA




Sering kali aku berkata,
Ketika semua orang memuji milikku
Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan
Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya
Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya
Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya

Tetapi,mengapa aku tak pernah bertanya;
Mengapa Dia menitipkan padaku ?
Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ?
Dan kalau bukan milikku,apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu ?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?

Mengapa hatiku justru terasa berat,ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
Kusebut sebagai ujian,kusebut sebagai petaka
Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita

Ketika aku berdo'a,kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku
Aku ingin lebih banyak harta,ingin lebih banyak mobil,lebih banyak popularitas,dan kutolak sakit
Kutolak kemiskinan,seolah semua"derita" adalah hukuman bagiku
Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika:
Aku rajin beribadah,maka selayaknyalah derita menjauh dariku,dan nikmat dunia kerap menghampiriku

Kuperlakukan Dia sebagai mitra dagang,dan bukan kekasih
Kuminta Dia membalas"perlakuan baikku"
Dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku

Gusti,
Padahal tiap hari kuucapkan,hidup dan matiku hanya untuk beribadah
"Ketika langit dan bumi bersatu,bencana dan keberuntungan sama saja"

(salah satu Puisi terakhir WS Rendra yang dituliskan diatas ranjang RS sesaat sebelum wafat)
ini gue salin dari bbm teman gue (menurut gue, doi kurang passion sama yang namanya Puisi koQ doi berbagi ke gue, mungkin karena isinya betul-betul mengena, dimana hampir sebagian Kita lebih mencitai dunia dari pada akhirat, bisa jadi puisi dari Sang Maestro si Burung Merak, untuk mengingatkan Kita semua, itu mungkin maksud teman gue, btw terima kasih Bro ?).
 

Saturday, January 11, 2014

Ustadz Ku supir taxi Ku

Seminggu sebelum natal, gue, my bokin, dan my little angel alias Beebee cucu gue, sore jelang magrib, usai pemotretan di kantor Imigrasi Selatan bermaksud ke Citos untuk makan malam dengan menumpang taxi, kadang-kadang gue yang duduk didepan rasanya kurang enak, kalau 'gak ngajak ngobrol Sang Pengemudi (padahal kalau dibus malam selain dilarang mengeluarkan anggota tubuh juga dilarang bicara dengan supir), dari kartu pengemudi yang terpampang didepan gue, gue tahu namanya Pak Syamsuri, dipertengahan jalan diantara tempat duduk gue dan doi ada buku-buku tentang Jesus yang diberikan oleh penumpang sebelum gue, mereka para penyebar agama kristen, dan pak Syamsuri menyilakan gue untuk membaca tetapi tidak gue lakukan, selanjutnya  yang gue mulai menanyakan hal yang biasa gue lakukan saat memulai pembicaraan, " pak asalnya dari mana ? ", ia menjawab, " kalau saya dari Jawa Tengah " , terus gue balas lagi, " Sama dunk dengan istri dan cucu saya. " sambil menyebut asal istri gue dan cucu gue, dan terus gue sambung lagi kalau gue itu, " kakek dan nenek dari Ayah, dari Pakistan dan dari India, sedangkan Enyak gue bapaknya dari Arab/Hadromi/Yaman, India itu menurut masih belum maju, gue bilang bukan 'gak maju tetapi kesimbangan antara jumlah penduduk dan kemajuan yang dicapai memang belum balance, tetapi mereka tergolong negara yang maju dalam hal industri baik ringan maupun berat, bahkan India dan Pakistan memiliki  nuklir, ditengah kemacetan pembicaraan makin meluas, beliau naik haji 2002 gue sendiri setahun kemudian, 2003, rambatan pembicaraan sampai kemasalah-masalah Syiah, Ahmadiah juga masalah-masalah bid'ah-bidah dalam acara agama di TV mungkin KPI tidak punya anggota yang bisa menelaah masalah itu sehingga luput  bagi yang awam, pak Syamsuri bukan asal ngomong sesuatu yang berkaitan dengan pembicaraannya khususnya masalah Fiqih disampaikan sekalian dengan dalil-dalil dan tentunya ayat-ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan hal tersebut, ternyata bukan kali pertama gue naik taxinya, gue entah kapan pernah naik taxinya waktu itu, Kita juga bicara masalah keagamaan, sayang Citos udah diujung mata, maka gue yang sedang sinau dengan Sang Ustadz yang juga Supir taxi, harus mengakhiri, cuma ada kesan yang tertanam didalam diri gue, untuk terus meningkatkan kualitas ibadah, dan mencari Guru untuk mendalami Agama, biar ada bekal akhirat yang gue bawa nanti, biar gue juga bisa menjadi Imam yang baik bagi keluarga, sukron Ustadz Syamsuri !

Sunday, December 22, 2013

" Roses For Mama "

Ini gue ketemukan dari hasil jelajah jagat jembar, dalam rangka memperingati Hari Ibu, dan puisi ini ditulis oleh Lynn Casstevens, ini dia puisinya,

" ROSES FOR MAMA "
© Lynn Casstevens

Lord, are there roses in your garden
On the shores of jubilee
Would you pick a dozen of your best
And deliver them for me?
For you see, today is mothers’ day
And I can’t visit my mom
For it wasn’t very long ago
The angels came and took her home.
So if there are roses in your garden
On the shores of Jubilee
Would you pick a dozen of your best
And deliver them for me?
Would you take them to my mother
And tell her that I love her.
Tell her that I miss her
In oh! So many ways
But I have joy in knowing
We’ll meet again someday
And we’ll pick roses together
On the shores of Jubilee.

Written by: Lynn Casstevens May 1, 2008

Monday, July 1, 2013

MULIA dalam KEJUJURAN

Ini adalah tulisan HAEDAR NASHIR, dalam kolom Refleksi diharian Republika tanggal 23 Juni 2013, saya tertarik 'tuk menuangkan dalam blog ini karena saya termasuk yang menjunjung KEJUJURAN, dan berusaha untuk melakoni hidup ini sampai maut menjemput dengan cara yang jujur, bukankah menipu diri sendiri pun tak semudah yang Kita bayangan, akan terus dikejar bayang-bayang, dan KEJUJURAN adalah paspor untuk meniti HIDUP dan KEHIDUPAN agar bisa istiQamah dijalan-NYA, nah ! inilah selengkapnya tulisan tersebut, " Aku bukan Malaikat " kata si Fulan penuh nada yakin. Memang, siapa bilang engkau mahluk Allah yang sangat patuh dan bersih dari dosa ? Kita manusia biasa. Sejauh tak ada percikan niat ingin menjadi pendosa dan bersahabat dengan syaitan, mengapa mesti galau ? Manusia, siapa pun bisa salah dan khilaf. Manusia menjadi manusiawi karena dalam dirinya ada ruang untuk keliru. Adam sang khalifah, fil-ardh dan istrinya Hawa mengalami tahbith, dikeluarkan dari surga karena memakan buah khuldi. Keduanya menjalani hidup didunia sebagai manusia biasa. Adam alaihissalam (AS) kemudia diberi tugas mulia sebagai nabi penyebar risalah pertama dimuka bumi. Masalahnya, tidak sedikit manusia berpakaian angkuh ketika salah. Alih-alih jujur akan kekhilafan lalu memperbaiki diri ke jalan benar dan berlari kencang menuju ampunan Tuhan, malah sibuk mencari kambing hitam. Diri seolah tetap bersih dan tak merasa berada dipersimpangan jalan buntu. Isyarat tubuh pun masih tampak pongah dalam keperkasaan semu. Jauh dari sikap tawadhu (rendah hati). Ketika salah dan berbelokarah dari idealisme awal, masih pula merasa lurus. Tak ada rona sesal untuk bermuhasabah diri. Keangkuhan itulah yang menjadikan anak cucu Adam tersandera dalam sangkar besi kesalahan, lalu menjadi cibiran nyinyir khalayak publik. Muslim yang autentik berani jujur meski ketika salah. Ibda binafsika, orang jujur akan selalu berkonsultasi kepada hatinya. Pihak lain akan mudah dikelabui 1001 cara, tetapi manakala diri salah maka nurani tak pernah dusta. Kejujuran itu mahal. Kejujuran merupaka mutiara paling berharga yang membuat siapa pun dihargai dan dipercaya. Tuhan mencintai orang yang berhati jujur, berkata dan berbuat jujur. Muhammad di usia muda sebelum diangkat menjadi Nabi memperoleh tempat mulia dihati bangsa Arab karena kejujurannya. Dia bahkan digelari al-Amin, sang terpercaya. Bangsa kafir dan jahiliyah sekalipun masih menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran Kejujuran itu universal. Dibelahan dunia mana pun sejauh hati masih bicara, pasti mencintai kejujuran . Pesepakbola ternama dari negeri Samba, Neymar juga mencintai kejujuran " Saya orang Brasil dan Saya mencintai negara saya. Saya ingin Brasil yang lebih aman, lebih sehat, dan lebih jujur. " tulis Neymar diakun facebook-nya ketika mereaksi maraknya demonstrasi di negerinya beberapa saat sebelum kick off pertandingan Piala Konfederasi 2013 melawan Meksiko. Bagi orang Islam kejujuran harus menjadi bagian utuh dari kemusliman. Kisah Imam Al-Bukhari tatkala melacak keberadaan sebuah hadis sungguh penting dijadikan mutiara kehidupan. Suatu kali periwayat hadis ternama itu pergi menelusuri kebenaran sebuah hadis dari seseorang. Ia melihat orang yang dicarinya sedang mengejar kudanya yang terlepas. Untuk menangkap kudanya orang itu menunjukkan bungkusan seolah didalamnya ada gandum. Kuda terkecoh dan akhirnya ditangkap kembali. Al-Bukhari bertanya kepada sipemilik kuda, " Apakah engkau sertakan gandum dalam bungkusan itu ? ", Orang itu menjawab, " Tidak, aku hanya mengelabui kudaku agar mudah kutangkap. Imam Bukhari dengan tegas berkata, " Kalau begitu, aku tidak akan mencari hadis dari orang yang bohong terhadap hewan. " . Dusta dan bersiasat kepada hewan saja tercela, apalgi terhadap sesama manusia. Kisah Al-Bukhari menurut Jabir al-Jazairi merupakan contoh agung tentang hakikat kejujuran atau kebenaran. Kejujuran merupakan nilai, sikap dan tindakan paling utama, lebih dari segalanya. Hidup jujur itu mulia, sedangkan dusta itu hina. Lawan jujur adalah kicuh, yakni dusta dan suka mengelabui. Dalam hadis disebuh nifaQ. Yakn, jika bicara atau memberi pernyataan berbohong, manakala berjanji tidak ditepati, dan bila diberi amanat berkhianat. Barang halal dan dan baik dicampuadukkan dengan yang haram dan subhat. Lain dikata lain pula tindakan. Jargon dan tindakan, lahir tampak indah demi rakyat, tetapi motif dan tujuan penuh siasat bulus. Kicuh perilaku yang antagonis seperti itulah musuh kejujuran dan kebenaran sekaligus perangai yang dibenci Tuhan (QS ash Shaff (61) : 4). Perilaku kicuh sering membuat pelaku bebal diri. Bertipu muslihat dianggap lumrah dan bukan dosa. Boleh jadi perbuatan muslihat bagi sementara orang dipandang sebagai cara hidup demi meraih tujuan. Dusta menjadi perilaku berjamaah yang didukung para pengikut setia. Ukuran moral dinisbikandemi siasat, yang penting nilai guna dan kemenangan. Hati nan jernih(Qalbu salim) akhirnya menjadi mati rasa. Agamapun tak sungkan dijadikanalat mengicuh dalam aroma sakral. Insan beriman pun bisa roboh ketangguhan akidahnya. Keimanan hanya gemerlap dari luar, tetapi kering didalam karena tingginya hasrat menguasai dunia melampaui takaran. Tatkala perjuangan hidup masih merayap senyap, kejujuran dan nilai-nilai luhur masih dapat dirawat dengan baik. Setelah roda kehidupan berputar keatas , api kejujuran dan sikap hidup utama pun luruh dan terkikis habis karena tertipu dengan pesona dunia. Kejujuran digadaikan. Idealisme ditukar murah dengan kursi, materi, dan kesenangan indera yang diraih dengan jalan pintas. Perangai berubah drastis dari sosok-sosok yang tulus hati dan tawadhu yang menjadi para pencari pamrih dalam pakaian diri serba angkuh, pemarah, ambisius, dan terjangkit virus apologia. Begitulah ketika pesona dan duniawi merangkeng hidup bani Adam. Dalam sangkar besi kehidupan dunia yang sarat gemerlap tidak sedikit manusia beriman akhirnya jatuh dalam kubangan kesalahan diri dan kolektif. Maksud meraih sukses dunia melampaui pihak lain, segala cara syubhat dan haram pun dilakukan. Nilai-nilai kebenaran, kebaikan dan kepatutan diterabas tanpa rasa sungkan. Martabat atau kehormatan diri pun dibanting harga sehingga ketitik terendah, yang penting menang dalam meraih tujuan. Kaum beriman pun kehilangan kehormatan diri demi kejayaan hidup berlebih. Mata batinnya tumpul dan tidak lagi sensitif akan nilai-nilai kebajikan yang utama. Nasihat sekaligus kritik orang tak lagi mempan bahkan bebal ibarat pepatah anjing menggonggong kafilah berlalu. Kian larut dalam permainan duniawi, semakin jauh dirinya dari yang bernilai hakiki, yang ada hasrat dan keasyikan mengejar kedigdayaan. Akhirnya, berlakulah titah Tuhan, " Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya. " (QS at-Tin (95) : 5). Iman dan ilmu tinggi tidak lagi menjadi energi pencerahan hidup. Keberimanan pun berhenti sekedar menjadi aksesori keagaman.

Sunday, June 30, 2013

" MOJOK DIWARUNG POJOK "

Kemacetan dimana mana menjadi salah satu "ikon" Ibukota, gue Tirya dan Dr Is, terjebak macet, bagi Senor Armando ke "Senci" no problemo(soalnya kantornya deket cuma selemparan tokai, ops batu coy) kalau BWS doi tidak mengalami kemacetan karena doi gawenya disitu bro, cuma hari itu BWS kelihatan lesu, tetapi tetap bergairah(old soldier still healthy), setelah kelima "Pandawa" ketemu di melting point lt 5, kami sepakat 'tuk meluncur kebawah menuju WARUNG POJOK yang letaknya 'gak di pojok dan jelas tidak jorok so pasti tidak juga bobrok di Warjok(maaf bukan warung si joko tetapi warung pojok) KITA berlima tidak ingin memojokkan siapapun juga, tetapi cuma makan sambil menggali(maaf jangan dibayangkan menggali seperti kuli "sindang") tetapi pikiran, ide2 guna bisa ikut mengisi kemerdekaan republik ini, yang sampai saat ini belum terisi walau cuma sebatas minimal guna bisa memutar roda pembangun, karena banyaknya lubang2 serapan korupsi dan sistem birokrasi yang menghalangi; optimisme jelas terlihat di wajah kami yang lumayan "oke", tanpa tahapan umpan tekak alias appetizer KITA langsung melompat ke menu utama alias Main Course, mulai dari nasi rames pilihan DR Is,yang hari itu terlihat seperti salah satu pimpinan partai peserta pemilu yg ogah banget sama jaipongan sehingga menuai protes dari para jaiponganer(sebutan bagi penggemar jaipongan), kemudian tongseng(diadaptasi dari makanan prancis "tounc sain't" maaf kalau salah) pesenan Senor Armando(beliau yg punya hajat karena pada bulan ini ULTAH/24 februari, makanya namanya FEBY Armando itu "Asli uRang MinANgkabau dan asli InDOnesia" maaf ini cuma bisa2nya gw doank) kemudian secara berbarengan datang sop buntut tanpa emping buat TIRYA yang hari itu terlihat seperti "Kesatria" pembela negara(latihannya di lereng g Tidar bareng2 Koppasus dari kompi catering) mengenakan jas casual warna hitam dengan topi pet, sedang guwe tetap bo!!! celana jeans belel n agak sobek dipadu padankan dengan batik yang udah fade out(soalnya ini hari jumat hari batik nasional bagi pegawai negeri) masih trendy kata Tirya kaya "Sutradara" ( bukan gw yg ngomong lho, kalau gw nanti dibilang "Narsis") padahal sekarang gw jadi menejer sebuah youth hostel milik Pemda di jakarta selatan, last but not least datang soto mie bandung(apapun yg dilabeli bandung kayanya ciamik, spt cewe bandung yang badung, sebetulnya tuk "soto mie" jagonya teuh dari Bogor kaya yg di lautze juga di under tree di kampung bali) pesanan BWS yang agak segar setelah ditransfer energy oleh Senor Armando, yang sampai saat ini masih menjaga kebugaran tubuhnya dengan tetap berlatih kungfu dan terus maintance "six sence" yg dimilikinya, dengan kemeja batik dan rambut di hitamkan dengan heinna by artis bolywood mantunya Amitabacham(gw lupa namanya), berbagai ide, cerita jadul, dari politik, ekonomi, peristiwa dalam dan luar negeri juga masalah keluarga masing2 berseliweran diantara KITA ber lima, sampai berganti dengan hidangan penutup alias dessert buah campur or mix fruit yg cuma star friut alias belimbing, semangka dll, terus serabi hangat, tambahan teh hangat tak ketinggalan juga wedang ronde, warung yang hiasannya didominasi oleh iklan jaman baheula cukup cozy, cuma itu agak lama menghidangkannya sampai2 serabi hangat orderan Senor Armando tak kunjung tiba sampai kartu kredit senor dikembalikan after digesek, pertemuan itu sendiri menghasilkan kongklusi bahwa KITA anak bangsa terus berusaha 'tuk mengisi kemerdekaan, menjaga integritas bangsa, waspada terhadap interfensi budaya luar yang coba mengkikis identitas negeri ini, dan terutama sekali kami sepakat untuk terus bercermin diri mengintropeksi hati agar tidak terjebak dalam pusaran Korupsi serta beruapa terus memelihara silatuhrami diantara para alumni yang nota bene kawan sendiri, menjelang jam 22.00 kami berpisah DR Is dan Tirya menuju lahan parkir, Aku, BWS dan Feby menuju loby, Senor sendiri menunggu sang Supir, BWS dan gw menyeberangi Senci tuk pulang kerumah(gw terpaksa naik ojek ke bulungan karena tidak dapat taxi, baru dari bulungan by taxi ke rumah sendiri). Malam itu walau dalam keadaan letih aku tertidus pulas dan bermimpi alangkah indah kalau KITA bisa memelihara SILATURACHIM bukankah " A FRIEND IN NEED IS A FRIEND INDEED dan Friendship Never End dan memelihara pertemanan itu adalah ibadah, setelah terbangun keesokan harinya aku berharap agar waktu terpacu cepat agar KITA bukan saja ber lima tetapi SEMUA dapat bertemu melepas rindu, masa lalu adalah "batu pijakan" 'tuk melangkah ke Dunia yang penuh dinamika semoga setiap langkah KITA mendapat ridhaNYA ZULFAN(paling suka mojok & melamun jorok) 22022009.

Sunday, June 23, 2013

KAMAR KOS

Lorong pendek yang sumpek dan becek, dibelakang gedung-gedung terdampar aku disana..... dalam kamar yang sempit, bergerak pun sulit tetapi koQ aneh kenapa rasa didada lega, beban dikepala tak pernah lagi singgah, duka pun entar kemana ? Jauh dari impian, kali ini nuraniku menuntunku untuk mengerti apa itu HIDUP ? dan bagaimana menyikapi KEHIDUPAN, sengaja semua temali yang membelenggu kulepas, agar semua mengalir mencari DAMAI dalam hati . Siapa mereka, apa kerja mereka ? yang bercokol dilorong jalan itu, satu sama lain tak pernah bertanya, semua disimpan dalam hati, yang jelas Kita senasib, mungkin ini hanya terkaanku saja . Mereka akan meninggalkan taman surga itu, tetapi bukan tidak mungkin akan mati disana dalam damai, dilorong kumuh dibelakang toko roti....... Hidup belajar dari DIRI, bercermin dari ORANG LAIN, atau ayunkan kaki kembara jauh menembus batas angan, agar bisa meraih apa yang Kita inginkan Dikamar Kos dibelakang toko roti, aku belajar lagi tentang CINTA, HIDUP, KASIH SAYANG, kubiarkan diri ini berlari dipadang SAVANA yang tak berbatas. Setelah kudapat Fatamorgana dan ujung Pelangi yang tak pernah ku sentuh, kutinggalkan kamar kos, dilorong sumpek dibelakang toko roti, disana terus menyala dan tak akan pernah redup selaksa suka, selaksa duka, satu saat akankah menyala kembali ? cuma TUHAN yang tahu. Kini dengan hati pedih pada sore yang temaram kutinggalkan kamar kos, aku berjanji untuk kembali berperan menjadi diriku lagi, yang sempat kutanggalkan sesaat, yang penting Aku mohon kepada MU ya Illahi Rabbi, yang KAU tutup pintu tobat-MU dan jangan KAU palingkan hati ini 'tuk kembali kejalan-MU yang lurus.........